MANUSIA MAKHLUK BUDAYA

Manusia Makhluk Budaya

Apakah makhluk budaya?Makhluk budaya artinya makhluk yang berkemampuan melakukan hal-hal yang positif, menciptakan kebaikan, kebenaran, keadilan dan bertanggung jawab. Sebagai makhluk berbudaya, manusia mendayagunakan akal budinya untuk menciptakan kebahagiaan baik bagi dirinya maupun bagi masyarakat demi kesempurnaan hidupnya.Adapun sarana untuk memelihara dan meningkatkan ilmu pengetahuan dinamakan LOGIKA. Sarana untuk meningkatkan dan memelihara pola perilaku dan mutu kesenian adalah ETIKA dan ESTETIKA.
            Tujuan dari pemahaman bahwa manusia sebagai mahluk budaya, agar dapat dijadikan dasar pengetahuan dalam mempertimbangkan dan mensikapi berbagai problematic budaya yang berkembang di masyarakat sehingga manusia tidak semata-mata merupakan mahluk biologis saja namun juga sebagai mahluk social, ekonomi, politik dan makhluk budaya.
Jika kita melihat keadaan di sekeliling kita banyak sekali contoh-contoh yang menunjukkan manusia sebagai mahluk yang berbudaya, misalnya, kebiasaan masyarakat untuk mengadakan sholawatan dalam rangka menyambut maulid nabi besar Muhammad SAW, mengunjungi makam para wali, budaya bau nyale di wilayah nusa tenggara barat. Dan berbagai macam budaya lain di nusantara ini yang sampai sekarang masih tetap di laksanakan karena kepercayaan mereka kepada nenek moyang mereka, sekaligus sebagai bukti bahwa manusia adalah mahluk yang berbudaya.
            Dalam Al qur an sendiri ada beberapa ayat-ayat Al qur an, yang menunjukkan manusia sebagai mahluk yang berbudaya, misalnya dalam firman AllahQS.Ali Imran ayat 190-191: “sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya siang dan malam merupakan tanda bagi orang-orang yang berfikir. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah dengan cara berdiri, duduk ataupun berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi, maka mereka berkata, ya tuhan kami,tidaklah kau menciptkan semua ini dengan sia-sia, maha suci engkau, maka lindungilah kami dari api neraka”.
            Pada ayat tersebut kita menemukan kata berfikir pada ayat pertama yang merupakan arti manusia, dan pada ayat kedua kita menemukan kata mengingat Allah (akhlak/budi) yang merupakan arti kata budaya, sehingga dengan demikian nyatalah alas an kita kiranya jika kita mengatakan bahwa manusia adalah mahluk yang berbudaya. Karena hanya orang yang berbudayalah yang bisa menggapai derajat yang telah Allah janjikan dalam surat Al mujadalah ayat 11:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ


Hai orang-orang berimanapabiladikatakankepadamu: "Berlapang-lapanglahdalammajlis", makalapangkanlahniscaya Allah akanmemberikelapanganuntukmu. Dan apabiladikatakan: "Berdirilahkamu", makaberdirilah, niscaya Allah akanmeninggikan orang-orang yang beriman di antaramudan orang-orang yang diberiilmupengetahuanbeberapaderajat. Dan Allah MahaMengetahuiapa yang kamukerjakan.
Dengan demikian marilah kita selalu memperbaiki diri kita sebgai mahluk yang berbudaya dan semakin bersemangat terus untuk mengembangkan budaya kita, tentunya budaya yang di pandang benar oleh syariat.


Komentar

Postingan Populer