MANUSIA MAKHLUK BELAJAR
Manusia Makhluk Belajar
Manusia terlahir sebagai makhluk
yang suci sebagaimana sabda rasulullah SAW yang artinya: “setiap anak
terlahir dalam keadaan fitrah orang tuanyalah yang menjadikannya sebagai yahudi
atau nasrani atau majusi.” Dari sini kita mengetahui akan pentingnya
pendidikan anak sejak dalam Rahim ibu sampai ia beranjak dewasa. Jangan sampai
ketika sang anak terlahir dalam keadaan suci akan tetapi lingkungannya sama
sekali tidak mendukung sang anak. Untuk itu lingkungan sangat berpengaruh
sekali terhadap hasil sang anak. Ketika kita nantinya sebagai orang tua
mengharapkan sang anak menjadi baik akan tetapi lingkungannya buruk maka hal
tersebut akan sulit tercapai.
Untuk itu betapa pentingnya
pendidikan terhadap setiap insan agar nantinya melahirkan generasi yang
baik. Allah telah mewajibkan kepada setiap muslim dan muslimat untuk selalu
menuntut ilmu sebagaimana sabda rasulullah SAW yang berbunyi:“menuntut ilmu
adalah kewajiban bagi setiap muslim dan muslimat.”
رواهإبنعبدالبر)) طَلَبُاْلعِلْمَفَرِيْضِةٌعَلَىكُلِّمُسْلِمٍوَمُسْلِمَةٍ
Artinya :
Mencari ilmu itu hukumnya wajib bagi
muslimin dan muslimat”(HR. Ibnu Abdil Bari)
Lalu, kenapa kita mesti ragu untuk
menimba ilmu.
Banyak sekali keutamaan yang akan di
dapat bagi para penuntut ilmu diantaranya adalah:
a. Allah
akan mengangkat derajat orang yang menuntut ilmu
b. Jalan
menuju surga Allah
c. Malaikat
akan membentangkan sayap untuk penuntut ilmu
d. Ilmu
adalah amalan yang tidak terputus amalannya
Sungguh allah begitu sangat
memuliakan sekali para penuntut ilmu. Bersemangatlah untuk selalu menimba ilmu
agar dapat meraih keutamaan tersebut.
يَرْفَعِاللهُالَّذِينَءَامَنُوامِنكُمْوَالَّذِينَأُوتُواالْعِلْمَدَرَجَاتٍوَاللهُبِمَاتَعْمَلُونَخَبِيرُُ
Artinya :
Allah akan meninggikan orang-orang
yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmupengetahuan
beberapa derajat (Q.s. al-Mujadalah : 11)
Dari Abdullah bin Mas’ud r.a. Nabi
Muhamad pernah bersabda :”Janganlah ingin seperti orang lain, kecuali seperti
dua orang ini. Pertama orang
yang diberi Allah kekayaan berlimpah dan ia membelanjakannya secara benar,
kedua orang yang diberi Allah al-Hikmah dan
ia berprilaku sesuai dengannya dan mengajarkannyakepada
orang lain (HR Bukhari)
Hadits di atas mengandung pokok
materi yaitu seorang muslim harus merasa iri dalam beberapa hal. Memang iri
atau perbuatan hasud adalah
perbuatan yang dilarang dalam ajaran Islam, tetapi ada dua hasud yang harus ada
pada diri seorang muslim, yaitu :
pertama menginginkan banyak
harta dan harta itu dibelanjakan di jalan Allah seperti dengan berinfaq, shadaqah dan
lainnya. Harta ini tidak digunakan untuk berbuat dosa dan maksiat kepada
Allah,
kedua menginginkan
ilmu seperti yang dimiliki orang lain, kemudian ilmu itu diamalkan
dalam kehidupan sehari-hari, juga diajarkan kepada orang lain dengan
ikhlash.
Hukum mencari ilmu itu
wajib, dengan rincian, pertama hukumnya menjadifardhu ‘ain untuk
mempelajari ilmu agama seperti aqidah, fiqih, akhlak serta
Al-Qur’an. Ilmu-ilmu ini bersipat praktis, artinya setiap muslim
wajib memahami dan mempraktekkan dalam pengabdiannya kepada Allah. Fardu
‘ain artinya setiap orang muslim wajib mempelajarinya, tidak boleh tidak.
Dan kedua hukumnya
menjadi fardu
kifayah untuk mempelajari ilmu pengetahuan umum seperti : ilmusosial,
kedokteran, ekonomi serta teknologi.Fardu Kifayah artinya tidak semua
orang dituntut untuk memahami serta mempraktekkan ilmu-ilmu tersebut,
boleh hanya sebagian orang saja.
Menuntut ilmu tidak hanya dapat di
lakukan ketika kita duduk di bangku perkuliahan saja. Akan tetapi ilmu dapat
kita dapatkan dimana saja,kapan saja dan dengan siapa saja. Contohnya saja ilmu
tentang menanam jagung kita dapat mendapatkan ilmu tersebut langsung dari
petani jagung tanpa harus menuntut ilmu di bangku kuliah. Ini pertanda bahwa
ilmu allah itu begitu luas sekali. sebagai seorang hamba yang beriman maka
alangkah baiknya kita untuk menuntut ilmu tersebut tanpa memandang siapa yang
berbicara tapi lihatlah apa yang di bicarakan. Jadikanlah ilmu tersebut sebagai
sarana untuk dapat mendekatkan diri pada yang Maha Kuasa.
Banyak sekali kata mutiara yang
dapat menyemangati kita para penuntut ilmu agar menuntu ilmunya lebih bergairah
kembali. Di antaranya adalah:
1.
Tuntutlah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat
أُطْلُبِالْعِلْمَمِنَالْمَهْدِإِلَىالَّلحْدِ
Artinya : ”Carilah ilmu sejak dari buaian hingga ke liang lahat”. (Al Hadits)
Artinya : ”Carilah ilmu sejak dari buaian hingga ke liang lahat”. (Al Hadits)
2. Ilmu
lebih utama daripada harta
3. Belajar
adalah sikap berani menantang segala ketidakmungkinan bahwa ilmu yang tak
dikuasai akan menjelma di dalam diri manusia menjadi sebuah ketakutan, belajar
dengan keras hanya bisa dilakukan oleh sesorang yang bukan penakut. ( Anwar
Fuadi)
Terakhir
kali tak lupa saya mengingatkan khususnya pada diri sendiri dan umumnya pada
pembaca sekalian untuk selalu menggenjot motivasi belajar agar derajat kita
dapat naik satu tingkat dengan yang tidak menuntut ilmu. Ingatlah, bahwa ilmu
yang kita pelajari selain bermanfaat untuk diri sendiri ilmu tersebut akan
bermanfaat pula untuk orang lain. Ilmu yang bermanfaat untuk orang lain
nantinya akan terhitung sebagai amal jariyah yang akan membantu kita di saat
tak ada lagi yang mampu membantu selain amal kebaikan.
Komentar
Posting Komentar